Selasa, 31 Mei 2016

Yes, I Do

                  Pernah nggak sih kalian merasakan bagaimana rumitnya jatuh cinta yang pertama kalinya? Ketika jatuh cinta yang pertama kalinya, kadang akan terasa rumit (atau kita sendiri yang membuatnya rumit) hanya karena masalah sepele.
Kita kadang bingung harus ngapain, tidak berani untuk mengungkapkan rasa suka itu, dan pada akhirnya kita hanya bisa memendam rasa suka itu rapat – rapat. Kita hanya akan jatuh cinta sendirian, menyembunyikan setiap jengkal rasa suka itu, tetapi ironinya kadang kita juga tidak akan tau jika orang yang kita suka mempunyai perasaan yang sama kepada kita. Kita mungkin kenal namanya, tetapi tidak berani untuk menyapanya. Kita mungkin bertemu dengannya setiap hari, tetapi mulut tidak mau diajak berkompromi untuk sekadar tersenyum padanya.

                  Kita mungkin melihat timeline-nya setiap malam, tetapi tidak pernah berani untuk mem-follow twitternya atau tidak berani chat duluan. Kita mungkin memiliki PIN BBM-nya, tetapi hanya kita gunakan untuk melihat jam berapa terakhir kali dia buat PM. Iya, yang bisa kita lakukan hanyalah showeran, mandi di pancuran kran sambil nangis.

                         Jatuh cinta memang bisa membuat tingkat ke-cemen-an seseorang meningkat.

                      Kadang di larut malam, entah kenapa kita tidak bisa tidur hanya karena merindukan dia. Mengenang obrolan pertama kali dengannya sekitar 8 bulan yang lalu atau tepatnya sekitar bulan september 2015. Dan lagi – lagi ironinya, kita tidak akan tau jika dia juga tidak bisa tidur malam itu karena ikut siskamling, karena dia juga merindukan kita.

                  Padahal kita dan dia berada di bawah bulan yang sama. #tsaaaaaah

           Jatuh cinta memang kadang terasa rumit, tapi yang pasti, jatuh cinta selalu menyimpan kenangan.


Addarojatul Ula

Tidak ada komentar:

Posting Komentar